Review Jujur Iklan Push House: Boncos atau Menguntungkan?
🔥 Sedang cari cara promosi software lewat iklan digital? Di artikel ini, kita akan membahas pengalaman langsung menggunakan platform iklan Push House yang ternyata... tidak sesuai ekspektasi! Simak baik-baik, karena ini bisa jadi pelajaran penting sebelum kamu membuang budget iklanmu.
Breakdown Iklan Push House: 6700 Klik, Hasil Minim
Dalam eksperimen kali ini, saya mengalokasikan budget iklan sebesar $27 USD dari total $50 untuk mempromosikan software melalui Push House. Hasilnya?
Total klik: 6700 klik (periode 10–16)
Konversi: hanya 11 leads
Estimasi pendapatan: ± Rp50.000
Dengan biaya iklan sekitar Rp300.000, hasil ini jelas boncos. Tapi kenapa bisa seperti itu?
Kejanggalan Statistik & Trafik yang Tidak Transparan
Yang membuat saya curiga, meskipun iklan aktif dan notifikasi klik masuk, statistik analitik menunjukkan nol. Padahal seharusnya ada data yang tercatat jika platform ini transparan.
Lebih aneh lagi, saat iklan dijalankan melalui fitur Impact Boost, budget langsung habis dalam waktu kurang dari 5 menit. Ini tidak lazim dibandingkan platform lain yang biasanya menghabiskan budget secara bertahap.
Penempatan Iklan & Kualitas Trafik
Saya menargetkan iklan dengan biaya $0.091 per klik, dan menempatkannya di posisi utama. Namun, tidak ada satu pun klik yang tercatat secara valid. Hal ini menunjukkan bahwa trafik yang diberikan kemungkinan besar berasal dari:
Website streaming
Situs bajakan
Platform abu-abu yang tidak memiliki user aktif berkualitas
Jika kamu ingin mempromosikan produk seperti software atau link Shopee, Push House mungkin bukan pilihan terbaik. Trafik yang masuk tidak relevan dan tidak menghasilkan konversi yang berarti.
Alternatif Promosi yang Lebih Efektif
Untuk kamu yang ingin menjual produk digital atau affiliate, sebaiknya pertimbangkan platform lain seperti:
Facebook Ads: Targeting lebih presisi dan user aktif
Google Ads: Cocok untuk software dan tools
TikTok Ads: Viral dan cocok untuk produk visual
